Madu tersedia dalam jumlah besar, sementara akses pasar belum sebanding dengan kemampuan produksi para petani.

Purnomo dan Leni kemudian membantu memasarkan hasil panen tersebut melalui produk madu Wilbi. Upaya itu perlahan membuka jalan bagi madu hasil produksi petani untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Menurut Leni, usaha tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemasaran madu, tetapi juga dengan petani yang memelihara lebah dan lingkungan yang menyediakan sumber pakan bagi koloni.