"Berarti kalau ini ketersediaan untuk sumber bahan bakunya, kita juga harus konsolidasikan bagaimana di hulu ketersediaan CPO-nya mencukupi. Berarti ini juga ada tambahan penanaman atau peningkatan produktivitas di hulunya," jelas Yuliot.
"Kemudian kita juga harus meningkatkan industri FAME-nya. Dari industri FAME kita juga akan implementasi B60 baik itu mandatori ini PSO dan non-PSO. Ya tentu ini kita juga harus lakukan evaluasi kesiapan secara keseluruhan. Karena ini sudah merupakan arahan dari Bapak Presiden, ya kita juga harus berusaha untuk diimplementasikan secara keseluruhan," sambungnya.
Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan saat ini pihaknya sedang berdiskusi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk industri terkait untuk melakukan percepatan uji coba program B60.
Menurutnya diskusi terkait percepatan uji coba ini dilakukan seiring dengan proses implementasi B50. Di mana menurutnya secara nasional saat ini 80% penyaluran biosolar di Indonesia sudah menggunakan bahan bakar solar dengan campuran minyak sawit hingga 50% itu.