NADIKABAR.COM — Koalisi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) secara resmi mengakhiri misinya di Irak, setelah lebih dari satu dekade terakhir dikerahkan. Koalisi militer itu telah menyelamatkan Irak dari kelompok-kelompok militan, terutama Islamic State (ISIS), meskipun juga sempat memicu ketegangan yang berkepanjangan.

Pasukan koalisi dikerahkan ke Irak dan Suriah pada tahun 2014 untuk memerangi ISIS, yang pada saat itu menguasai wilayah-wilayah strategis di kedua negara dan melakukan pembantai serta kekejaman.

ISIS berhasil dikalahkan di wilayah Irak pada tahun 2017, dan dikalahkan di wilayah Suriah pada tahun 2019. Namun pasukan koalisi pimpinan AS tetap bertahan untuk memerangi sisa-sisa kelompok militan tersebut.

Baghdad dan Washington sepakat untuk mengakhiri misi pasukan koalisi pada tahun 2024. Para personel pasukan koalisi pun mulai menarik diri secara bertahap dari berbagai pangkalan di seluruh wilayah Irak, sehingga kehadiran mereka kini terbatas hanya di wilayah otonom Kurdistan di bagian utara negara itu.