Penarikan terakhir pasukan koalisi pimpinan AS dari Irak, seperti dilansir AFP, Rabu (30/9/2026), dijadwalkan berlangsung pada Rabu (30/9) waktu setempat.

Pemerintah Irak meyakini bahwa penarikan pasukan koalisi ini menghilangkan dalih yang selama ini digunakan oleh faksi-faksi militan berpengaruh, yang didukung Iran, untuk tetap mempertahankan persenjataan mereka.

Perdana Menteri (PM) Irak, Ali al-Zaidi, mengumumkan bahwa tanggal 1 Oktober -- hari setelah kepergian pasukan koalisi AS -- harus diperingati sebagai Hari Kedaulatan.

"Ini merupakan momen nasional yang menegaskan tuntasnya perjalanan Irak menuju kedaulatan dan memperkuat eksistensi negara beserta institusinya," demikian pernyataan gabungan para pimpinan eksekutif, legislatif dan yudikatif Irak.