"Kebetulan banget ini ada orang biasa kan pada kumpul tuh, ada kemarin nggak ada siapa-siapa. Dari jam 10 sampai jam 11, kamu udah menjelang Jumat aja. Dia langsung ngeberhentiin saya. Saya bilang apa urusannya kamu? Saya yang kerja, siapa yang ngeberhentiin saya. Kalau kamu berani ngeberhentiin saya, ya kamu berani bayar saya dong," tutur Dadang menirukan ucapan pada kejadian tersebut, Sabtu (5/9/2026).
Tak hanya meminta penghentian pengerjaan, pelaku yang tidak dikenal tersebut mengambil palu yang digunakan Dadang untuk merusak bagian tugu sambil marah-marah. Akibatnya, beberapa bagian tugu terlihat gompal dan mengelupas karena pukulan palu.
"Dia pakai palu, pakai kampak saya. Barang saya lagi kerja di sini, terus kampaknya langsung diambil, dor-dor-dor. Terus dia berontak ngomong nggak karuan. 'Monumen bola dunia ini ceritanya kamu tahu nggak?' Wah, nggak jelas lah pokoknya," lanjut Dadang.
Aksi perusakan ini sempat terekam oleh warga yang melintas. Dadang memilih menghindar untuk mencegah terjadinya kontak fisik yang lebih parah. Ia melihat ada pengendara motor dan pengendara mobil yang sempat mendokumentasikan kejadian tersebut.
"Yang datang pertama yang pakai jaket, langsung video. Terus datang lagi yang pakai mobil, video lagi di sini sambil wawancara. Saya udah di situ aja, udah menghindar lah," jelasnya.
Pelaku baru meninggalkan lokasi setelah satu jam melakukan aksi nekatnya. Aparat kepolisian baru sampai di tempat kejadian sesaat setelah pelaku pergi. Dadang sendiri tidak mengetahui siapa pelaku tersebut. Namun, akibat gangguan ini, target penyelesaian renovasi monumen yang rencananya diubah menjadi patung kuda ini menjadi molor.