"Udah sebetulnya, seharusnya sekarang udah selesai ini. Target saya hari kemarin harus selesai, makanya hari Jumat nggak ada libur. Eh, ada yang menyerang itu," tutur Dadang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna dalam keterangannya menyampaikan bahwa pergantian Tugu Bola Dunia menjadi tugu kuda tersebut merupakan bagian dari penataan Jalan Ir Soekarno yang merupakan akses utama menuju kawasan pusat pemerintahan, seperti Kantor Bupati dan Sekretariat Daerah.

"Penataan bundaran persimpangan ini dilakukan untuk merehabilitasi kondisi Tugu Bola Dunia yang sebelumnya kurang terawat dan kumuh, sekaligus untuk memperlebar ruang jalan serta mengoptimalkan radius tikungan," tutur Putu.

Putu menjelaskan bahwa perubahan Tugu Bola Dunia menjadi Tugu Patung Kuda bukan sekadar pergantian bentuk fisik semata. Menurutnya, langkah ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah serta menyelaraskan dengan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kuningan (2025-2029), yaitu "Kuningan Melesat Tahun 2029".

"Ikon Kuda merupakan simbol identitas Kabupaten Kuningan yang perlu ditampilkan di ruang publik strategis. Kami menilai perubahan tugu memiliki nilai ciri khas dan mencerminkan semangat pembangunan Kuningan ke depan," pungkas Putu.