Kondisi ini tergolong langka, terjadi pada 1 hingga 2 dari 1.000 wanita setelah melahirkan.

Direktur Perinatal Wellness Program di Endeavor Health, Tracy Vozar, Ph.D., menjelaskan bahwa pasien dengan diagnosis itu umumnya kehilangan kemampuan membedakan delusi dari kenyataan.

"Perintah atau bisikan suara itu terasa sangat nyata bagi mereka, sejelas percakapan kita sehari-hari. Karena mereka memercayai hal itu sebagai kebenaran, kekhawatirannya adalah penderita postpartum psychosis akan bertindak berdasarkan bisikan dan pikiran tersebut," terang Tracy Vozar kepada TODAY.

Selain halusinasi, psikiater reproduksi dari University of Virginia, Dr Jennifer Payne, menambahkan bahwa kondisi ini juga merusak pola pikir secara drastis.