"Postpartum psychosis itu seperti badai di dalam otak. Ketika seseorang mengalami psikosis, mereka tidak akan bertindak atau mengambil keputusan sebagaimana mestinya. Pasien sering kali terlihat bingung, linglung, dan mengalami brain fog parah," ungkap Dr Payne.
Mendiagnosis postpartum psychosis memiliki tantangan besar karena penderita sering kali menyembunyikan ilusi yang mereka alami akibat takut dihakimi atau dianggap 'gila' oleh lingkungan sekitar.
Selain itu, sekitar setengah dari kasus yang ada terjadi pada ibu tanpa riwayat gangguan mental sebelumnya, sehingga sulit diprediksi oleh tenaga medis.
Para ahli mengimbau anggota keluarga dan pasangan untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku ibu pascalahir, seperti insomnia berat, kebingungan mendadak, atau kebiasaan berbicara sendiri. Penanganan medis darurat dan rasa empati dari lingkungan sekitar menjadi kunci utama untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.