Menurut Zulhas, Indonesia sebenarnya memiliki kondisi iklim yang mirip dengan sejumlah negara di kawasan tersebut. Namun, potensi pangan lokal belum dimanfaatkan secara optimal.

"Waktu saya kunjungan kerja dulu ke beberapa negara Amerika Latin. (Mereka) sama dengan kita, tropis juga. Mereka itu mengoptimalkan kekayaan makanan lokalnya," ucapnya.

"Kalau di Amerika Latin, seperti Kolombia, Nikaragua, dan lain-lain, roti itu dibuat dari tepung singkong. Kalau kita kan tidak mau pusing, pakai gandum saja. Padahal gandum tidak tumbuh di tempat kita, harus impor. Sebetulnya itu agak berbahaya," imbuhnya.

Teken Impor Gandum, Dorong Diversifikasi Pangan

Zulhas juga menyoroti konsumsi gandum Indonesia yang terus meningkat. Pada tahun 2024, konsumsi gandum mencapai sekitar 4 juta ton per tahun dan kini telah mencapai sekitar 13 juta ton.