"Waktu tahun 2024 saya jadi anggota DPR, kita konsumsi gandum itu 4 juta ton per tahun, sekarang sudah 13 juta ton. Bahaya sekali kalau kita makan yang tidak bisa kita produksi. Dikit-dikit gandum, roti, mie, kue, semuanya dari gandum," tegasnya.

Karena itu, Zulhas mendorong diversifikasi pangan lokal. Salah satu pangan yang dinilai memiliki potensi untuk naik kelas adalah ubi, kimpul atau talas. Bahan pangan tersebut, kata Zulhas, tidak harus dikonsumsi dalam bentuk tradisional, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk seperti mi.

"Di Jepang, talas itu diolah jadi mi seperti soba. Soba dari talas atau ubi itu harganya mahal sekali. Atau porang yang diolah jadi beras shirataki untuk diet, harganya juga mahal," ucapnya.

"Usahakan konsumsi pangan lokal. Kalau kita terus impor gandum, petani kita yang berjumlah lebih dari 100 juta orang akan tersisih dan miskin," pungkasnya.

Seluruh obrolan lengkap terkait isu pangan lokal dapat dilihat langsung melalui program #ZulhasBikinJelas. Saksikan selengkapnya hanya di NadiKabar!