"Tadi malam PSHT keluar dengan analisa massa sebanyak 500-an orang, dan mereka meminta keterangan dari kepolisian. Langkah yang kita lakukan, kita terima di Polsek, dan juga hadir penjabat Polres yang memberikan keterangan. Langkah pemeriksaan tidak bisa serta merta, tapi tahap demi tahap sudah kita lakukan, di antaranya pemanggilan saksi, setelah itu olah TKP," kata Sri Haryanto.

Setelah itu, massa PSHT meninggalkan Polsek Polokarto. Pada Senin pukul 00.30 WIB, massa dari PSHT kemudian melintasi Desa Mranggen.

"Di Mranggen karena massa banyak, terjadi kontak lempar batu. Kita sudah lakukan langkah itu (pengawalan). Di Mranggen sudah kita tempatkan kekuatan, tapi karena massanya banyak. Kejadian keributan itu spontan saja," jelasnya.

Dijelaskan, hingga siang ini belum ada korban yang melaporkan atas kejadian tersebut. Pihak kepolisian juga melakukan langkah mitigasi dengan berbagai pihak untuk menjembatani kedua belah pihak yang bertikai.

"Sementara belum ada laporan (korban) dari masing-masing pihak, kita juga masih menunggu. Infonya ada (rumah yang rusak), tapi ini belum ada laporan resmi. Kita menunggu informasi dari Intel yang melakukan pendataan," pungkasnya.