"Kalau soal kekeringan memang betul, tapi karena sedang kemarau kan. Jadi tidak seperti yang disampaikan di media sosial, itu keliru," kata Kepala Dusun 2 Kampung Cijambe, Ceceng Azhar, saat ditemui, Jumat (21/8/2026).

Saat ini, warga Kampung Cijambe sudah mengandalkan air dari sumber sumur bor. Tetapi di musim kemarau, debit air mengecil sehingga tak semelimpah di musim hujan. Kondisi kesulitan air yang dirasakan warga, dirasakan 15 sampai 20 tahun yang lalu.

"Saya sendiri warga asli di sini, mungkin terakhir pakai air dari mata air itu 15 tahun lalu. Terus mandi di MCK tengah sawah seperti yang viral di medsos, itu waktu saya masih SMP," kata Ceceng.

Warga sebetulnya lebih membutuhkan kamar mandi dan tempat wudhu untuk musala yang ada di kampung tersebut. Sebab saat ini musala itu aktif digunakan tempat anak-anak dan ibu-ibu mengaji.

"Cuma kalau mau ke kamar mandi, itu harus ikut ke kamar mandi tetangga. Sama kalau mau wudhu juga, nah sebetulnya itu yang kami butuhkan. Bukan lagi sumber air seperti yang viral itu," kata Ceceng.