NADIKABAR.COM — Media sosial dihebohkan dengan unggahan yang menyebutkan bahwa warga Kampung Cijambe, Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kesulitan air bersih hingga 20 tahun lamanya.
Unggahan itu kemudian dilengkapi dengan narasi donasi daring melalui laman Kitabisa.com, dengan kampanye sedekah air bersih bagi 600 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kampung tersebut. Donasi yang ditargetkan sebesar Rp177.500.000 dengan durasi tiga bulan, dimulai sejak 17 Juli 2026.
Disebutkan dalam keterangan sebagai dasar donasi, warga terpaksa mengantre di sumber mata air namun kondisinya masih kotor karena bercampur dengan lumpur. Agar bisa digunakan, air harus diendapkan terlebih dahulu.
Keprihatinan akan kondisi itu kian lengkap, karena warga harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer melewati pematang sawah agar bisa mendapatkan air. Saat ini, donasi di laman tersebut baru terkumpul sebesar Rp4.107.000.
Berdasarkan penelusuran NadiKabar ke Kampung Cijambe, kondisi krisis air bersih yang dialami warga tak seburuk yang dinarasikan. Sumber air yang disebut menjadi satu-satunya harapan warga, ternyata sudah lama tidak digunakan karena diutamakan untuk pengairan sawah.