Kepala Desa Karanganyar, Asep Hermawan, juga geram dengan informasi keliru yang viral di media sosial. Menurutnya, poin yang disampaikan pemohon donasi sebagai pihak yang meramaikan kondisi krisis air bersih berkepanjangan sebagai pembohongan publik.

"Enggak betul sama sekali, apalagi sampai 600 KK kesulitan air bersih. Warga di kampung itu kan ada 2 RW, itu kurang dari 600 KK. Terus informasi 20 tahun kesulitan air bersih darimana? Di sini warga pakai sumur bor," kata Asep.

Sementara itu, perwakilan penderma.id, lembaga swadaya masyarakat (LSM) filantropi yang menginisiasi donasi dan memviralkan kabar warga Kampung Cijambe mengalami krisis air bersih, mengaku mereka menginisiasi donasi untuk pengentasan masalah kekeringan di kampung tersebut.

"Iya betul, waktu itu kita ke sana untuk wawancara dengan warga soal kekeringan. Jadi mereka memang menceritakan ke kita kondisi terakhir kali mereka mengalami kekeringan sudah lama, kemudian kita buat reka adegannya dan ceritakan di kontennya," kata Deny Pratama, perwakilan penderma.id.