Plt Kepala BMKG Stasiun Geofisika Pasuruan, Suwarto menyebut sesar atau patahan di Surabaya juga demikian. Sesar Waru dan Sesar Surabaya merupakan bagian dari jalur sesar besar yakni Sesar Kendeng.

"Di Surabaya itu ada Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Jadi itu masuk di bagian Sesar Kendeng sebenarnya, segmen dari Sesar Kendeng," ungkapnya

Seperti yang disampaikan Amien, Suwarto menyebut sudah ada peta geologi yang dibuat Badan Geologi bersama para ahli. Di sana, sudah disampaikan keberadaan patahan/sesar Kendeng di Surabaya.

Suwarto tidak menampik bila keberadaaan sesar ini bisa menimbulkan potensi gempa bumi di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Berdasarkan data pemetaan, patahan Waru berpotensi menghadirkan gempa maksimum M 6,7 dan patahan Surabaya punya potensi hingga M,68.

"Ada, justru dengan adanya sesar itu, itu ada potensi kegempaannya. Maksimum kalau yang di Sesar Waru itu kan 6,7, dan di Surabaya itu potensi maksimumnya magnitudo 6,8. Jadi itu potensi yang tersimpan di dalam sesar itu ketika pada suatu saat gempa bisa maksimum seputar itu," kata Suwarto.

Meskipun begitu, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Data yang disampaikan menjelaskan batasan potensi energi yang tersimpan secara ilmiah, bukan ramalan gempa yang pasti terjadi dalam waktu dekat.

"Tapi kan kita enggak tahu ya, wallahu a'lam apakah akan terjadi. Kapan-kapannya kita enggak tahu, kemudian apakah besar magnitudonya itu sampai maksimum atau hanya kecil. Patahnya juga tidak patah semua bisa jadi, mungkin hanya sebagian. Potensi-potensi itu kita hanya bisa memperkirakan," imbuhnya.