Suwarto menjelaskan, untuk wilayah Surabaya dan Madura memang terdapat beberapa sesar. Di Surabaya, terdapat Sesar Kendeng yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur, dengan segmen seperti Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Sementara di wilayah Madura, keberadaan sesar masuk dalam sistem Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS).

"Dalam sesar RMKS itu terbagi menjadi beberapa segmen. Di Bangkalan itu ada Sesar Socah, Sesar Drajat, dan Sesar Ketapang. Nah, itu sebenarnya sudah dipetakan dari tahun 2018. Jadi dia sebenarnya menyampaikan data yang ada, tapi salah pahamnya dia menyatakan sesar baru, itu yang enggak pas," jelasnya.

Menurutnya, terkait visual peta, peta resmi dari Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) tidak pernah menunjukkan adanya sesar yang menyambung langsung dari Surabaya ke Bangkalan.

"Kalau di sumber Pusgen itu enggak ada yang menerus dari Surabaya sampai Madura. Karena sesarnya berbeda. Kalau di Surabaya itu segmen Sesar Kendeng, kalau di Madura itu RMKS, jadi terpisah. Cuma kalau saya lihat videonya kok dia menerus gitu, nah itu enggak tahu sumbernya dari mana dia mengambil," tegasnya.