Suwarto memastikan, hingga 2026 ini tidak ada pembaruan terkait temuan sesar baru. Pemerintah masih mengacu pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia yang dirilis oleh Pusgen di bawah koordinasi kementerian terkait, BMKG, Badan Geologi, serta para akademisi.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan memahami bahwa pemetaan sesar bertujuan untuk langkah mitigasi bencana serta penataan tata ruang daerah.

"Tujuannya lebih mengarah ke mitigasi dan penataan tata ruang untuk pembangunan. Jadi disampaikan ke pemda, 'Ini loh wilayah Bapak/Ibu ada potensi sumber gempanya, jadi kalau mau bangun harus sesuai standar bangunan tahan gempa.' Jadi sebenarnya itu sudah lama, tapi karena masyarakat baru perhatian ke situ, ada yang memanfaatkan jadi heboh lagi," pungkasnya.