"Yang ada ya, ya itu. Yang lewat Surabaya biasanya itu dua itu, Sesar Surabaya sama Sesar Waru," tambahnya.
Amien menambahkan, ketidakjelasan informasi tersebut makin terlihat saat pengunggah konten justru melampirkan peta daerah lain yang tidak relevan, seperti wilayah Malang, ketimbang memberikan bukti peta resmi Surabaya-Madura.
"Kan jauh, enggak ada hubungannya. Saya baca di chat-nya banyak yang tanya begitu, tapi ya enggak ada peta itu. Harusnya data aslinya ditampilkan. Jadi kan ada peta Surabaya, ada garis merahnya. Nah, terus dia mungkin menambahi garis tadi. Nah, itu kan seperti membuat garis sendiri," pungkasnya.