NADIKABAR.COM — Sebuah video yang menarasikan adanya patahan (sesar) aktif di Surabaya-Madura beredar viral di media sosial. Sesar disebut melewati Kenjeran ke Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri.
Meski demikian, dalam keterangan video disebut bahwa video tersebut dibuat oleh akun konten edukasi dan bukan pengumuman resmi BMKG, dan bukan sesar baru.
"Sesar Surabaya dan Sesar Waru telah terpetakan resmi dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia (PuSGeN) sejak 2017," demikian keterangan dalam unggahan video.
Pakar Geologi ITS Prof Dr Ir Amien Widodo MSi mengimbau agar masyarakat tak mudah percaya dengan informasi-informasi yang beredar, terutama yang tanpa dibarengi dengan data resmi dan valid.
"Kalau orangnya baik kan menampilkan petanya, jadi dia kan sepertinya gambar sendiri, seperti itu. Mestinya ada peta publikasi dari Kementerian ESDM tadi. Gambarnya seperti ini, sehingga orang bisa melihat," kata Amien kepada NadiKabar, Selasa (8/9/2026).
"Berarti kan dia enggak fair, enggak menampilkan data aslinya. Jadi, ya enggak fair tadi. Jadi, "Ini bener apa enggak?" kita mencari di ESDM, di Badan Geologi juga enggak nemu," sambung Amien.
Menurut Amien, jalur sesar aktif yang terdata sejauh ini hanya Sesar Surabaya dan Sesar Waru. Belum ada peta resmi yang menunjukkan keberadaan sesar aktif baru yang mengarah ke Madura.
"Tapi kan enggak ada yang mengarah ke Madura gitu kan enggak ada. Biasanya itu Sesar Surabaya sama Sesar Waru itu," ujarnya.
"Yang ada ya, ya itu. Yang lewat Surabaya biasanya itu dua itu, Sesar Surabaya sama Sesar Waru," tambahnya.
Amien menambahkan, ketidakjelasan informasi tersebut makin terlihat saat pengunggah konten justru melampirkan peta daerah lain yang tidak relevan, seperti wilayah Malang, ketimbang memberikan bukti peta resmi Surabaya-Madura.
"Kan jauh, enggak ada hubungannya. Saya baca di chat-nya banyak yang tanya begitu, tapi ya enggak ada peta itu. Harusnya data aslinya ditampilkan. Jadi kan ada peta Surabaya, ada garis merahnya. Nah, terus dia mungkin menambahi garis tadi. Nah, itu kan seperti membuat garis sendiri," pungkasnya.