NADIKABAR.COM — Politikus Singapura Calvin Cheng Ern Lee menuliskan tweet kontroversial di X. Melalui akun @calvinelcheng, dia menunjukkan infografis yang menunjukkan ketergantungan pembangunan internet Indonesia dengan jalur Singapura.
Diunggah pada 25 Oktober 2026 silam, cuitan mantan anggota parlemen Singapura itu menuliskan kata singkat.
"Cut (potong)?" ujarnya. Kini tweetnya sudah mendapatkan 641.200 lebih tayangan dan dikomentari sebanyak 314 kali saat berita ini ditulis. Kebanyakan komentarnya datang dari warga +62, namun ada juga dari negara lain.
"Sudah selesai memikirkan konsekuensinya? di zaman sekarang, orang akan langsung membeli Starlink jika tidak ada pilihan lain yang lebih konservatif," tulis @johnblack03x3.
"Selat Malaka harus ditutup oleh Indonesia, jadi seri," kata yang lain.
"Apakah Anda akan melakukannya jika kekuasaan itu ada di tangan Anda?" tanya netter.
Di bawah cuitannya, ternyata Calvin Cheng menambahkan tulisan lain.
"Kami adalah orang-orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini," ungkapnya.
Dari infografis yang diunggah oleh Calvin Cheng, diklaim bahwa 90% lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura. Dikatakan bahwa kunci dari konektivitas berada oleh data center, konektivitas cloud, dan kabel bawah laut.
"Singapura adalah jalur utama Indonesia untuk internet global," begitu bunyi infografis tersebut.
Dalam unggahan sebelumnya, Calvin Cheng menyorot soal pentingnya menghormati perjanjian. Dia menyebut pemerintah RI tidak menghargai perjanjian setelah adanya informasi pemangkasan ekspor gas ke Singapura.
Diberitakan oleh NadiKabar, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan Indonesia memangkas eskpor gas ke Singapura. Alasan pertama yakni karena sedang adanya pemeliharaan fasilitas gas pipa. Kedua, Indonesia sedang mementingkan produksi gas untuk dalam negeri.
"Dan ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown. Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik," ujar pria yang juga merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM tersebut, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).
Saat ditanya apakah pemangkasan tersebut dilakukan karena adanya konflik terhadap Singapura, Bahlil membantah hal tersebut. Pemangkasan tersebut murni karena dua hal saja, soal adanya pemeliharaan fasilitas dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.