Meski begitu, kandungan gizi sarden memang baik. Selain omega-3, ikan ini kaya protein yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk dan memperbaiki jaringan. Asupan protein yang cukup juga penting karena kolagen merupakan protein.
Sarden turut mengandung vitamin B12, vitamin D, selenium, serta kalsium jika tulang lunaknya ikut dimakan. Namun, manfaat nutrisi tersebut tidak bekerja seketika seperti produk perawatan kulit.
Kondisi kulit juga dipengaruhi banyak faktor, mulai dari tidur, hormon, hidrasi, genetik, paparan sinar matahari, hingga rutinitas perawatan kulit. Karena itu, perubahan setelah mengikuti tren makan sarden di TikTok sulit dipastikan.
Selain itu, FDA memasukkan sarden dalam kategori ikan dengan kadar merkuri lebih rendah. Jika sering mengonsumsinya, perhatikan kandungan natrium pada kemasan. Orang dengan asam urat atau yang dianjurkan membatasi makanan tinggi purin juga perlu lebih berhati-hati.
Jadi, ikan sarden bukan makanan ajaib untuk mendapatkan kulit glowing secara instan, tetapi tetap menjadi makanan bergizi yang bisa jadi bagian dari pola makan sehat.