Sebelum kecelakaan, pesawat dilaporkan menghadapi kondisi cuaca yang mencakup potensi pembentukan es, turbulensi, dan hujan.

Pilot sempat meminta izin untuk naik ke ketinggian 37.000 kaki. Namun, dalam fase penerbangan berikutnya, pesawat justru kehilangan ketinggian dengan sangat cepat.

Menurut data Flightradar24, laju penurunan pesawat sempat melampaui 32.000 kaki per menit atau sekitar 9.754 meter per menit.

Angka tersebut menggambarkan penurunan ketinggian yang sangat ekstrem, jauh berbeda dibandingkan laju penurunan normal pesawat saat mendekati bandara.

Meski demikian, data pelacakan penerbangan belum cukup untuk memastikan penyebab kecelakaan. Kondisi cuaca dan manuver pesawat masih harus diperiksa melalui investigasi resmi.