NADIKABAR.COM — Sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Cijambe, Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) disebut mengalami kesulitan air bersih hingga 20 tahun lamanya. Informasi tersebut viral di media sosial dan menginisiasi donasi oleh lembaga filantropis.
Kesulitan air bersih tergambar dalam video yang menunjukkan warga mengantre air dari mata air yang mengalir lewat bilah bambu, kemudian ditampung menggunakan galon. Warga lalu mengangkut air untuk kebutuhan sehari-hari itu melewati pematang sawah sejauh 1 kilometer.
Keprihatinan akan kesulitan yang dialami warga kian menjadi karena air yang ditampung keruh dan berbau lumpur. Sebelum digunakan warga di pelosok Bandung Barat itu, air mesti diendapkan terlebih dahulu.
Apa yang tergambar dalam video tersebut ternyata bukan kenyataan yang terjadi saat ini. Hal itu berdasarkan pengakuan penderma.id, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menginisiasi penggalangan dana untuk mengatasi krisis air bersih di kampung tersebut.
Dalam narasi donasi daring melalui laman kitabisa.com, lembaga itu membuat kampanye sedekah air bersih bagi 600 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kampung tersebut. Donasi yang ditargetkan sebesar Rp177.500.000 dengan durasi tiga bulan, dimulai sejak 17 Juli 2026. Saat ini, donasi di laman tersebut baru terkumpul sebesar Rp4.107.000.