"Jadi kita sifatnya penggalangan donasi, jadi itu reka adegan atau agenda setting untuk menceritakan kesulitannya. Kita ambil cerita dari warga dan tuangkan ke video itu. Jadi itu memang reka adegan saat mereka sedang kesulitan seperti sedang antre dan ambil air," kata perwakilan penderma.id, Deny Pratama saat dihubungi NadiKabar, Jumat (21/8/2026).

Deny mengakui reka adegan yang mereka buat untuk kampanye penggalangan dana pemenuhan kebutuhan air juga demi menggaet donatur. Adegan demi adegan dalam video tidak aktual dan hanya berdasar pada cerita warga.

"Informasi yang di campaign, itu demi menggaet donatur, ya kurang lebih. Masalah isi di dalam ceritanya itu kita sesuaikan dengan kondisi di sana. Sifatnya reka adegan saat terakhir kali mereka kesulitan dibuat di kontennya. Terakhir mereka kesulitan, nah itu dia sesuai cerita dari warga sampai akhirnya kita buat reka adegannya," kata Deny.

Ia mengaku lupa kapan membuat video reka adegan kesulitan air yang dialami warga. Pembuatan kampanye dengan jumlah donasi sampai ratusan juta itu juga memiliki kesalahan informasi pada jumlah warga yang terdampak.

"Video itu kapan dibuat saya juga lupa, video lama pastinya. Memang tidak aktual karena sifatnya reka adegan. Nah untuk soal 600 KK, memang miss di narasinya, harusnya 60 KK. Waktu itu yang disebutkan sama warga memang 60 KK," kata Deny.