Aarush mencontohkan grafik yang dihasilkan ChatGPT. OpenAI berupaya memastikan visualisasi tersebut tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga relevan dengan pertanyaan dan akurat dalam menyampaikan informasi.

"Misalnya, jika kami menampilkan grafik, kami ingin memastikan bahwa grafik tersebut relevan dan akurat," tambahnya.

Dalam demonstrasi yang diperlihatkan, ChatGPT mampu membuat simulasi interaktif untuk menjelaskan aturan offside sepakbola. Pengguna dapat mempelajari posisi pemain dan memahami kapan terjadi offside.

Contoh lainnya adalah diagram interaktif yang menjelaskan bagaimana sayap pesawat menghasilkan gaya angkat. Pengguna bisa mengubah sudut serang sayap untuk melihat pengaruhnya terhadap gaya angkat yang dihasilkan.

Berbeda dengan jawaban teks biasa, Intelligent UI memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan materi yang disajikan. Karena itu, ketepatan informasi menjadi aspek penting agar visualisasi tersebut tidak menimbulkan pemahaman yang keliru.

Meski telah melakukan pengujian dan validasi, OpenAI tidak mengklaim bahwa seluruh informasi yang dihasilkan Intelligent UI sudah bebas dari kesalahan.

Aarush mengakui bahwa meningkatkan kemampuan model AI dalam menghasilkan informasi faktual masih menjadi tantangan penelitian yang terus dikerjakan.