Kebutuhan daya dapat disesuaikan dengan pola dan jadwal operasional armada, mengingat pengisian DC hingga penuh sekitar 90 menit. Keunggulan ini relevan untuk kebutuhan transportasi pekerja maupun mobilitas internal di area pertambangan yang memiliki rute, jadwal, dan pola utilisasi yang relatif terukur.

Kendaraan listrik ini juga memiliki potensi memberikan efisiensi biaya operasional melalui penggunaan energi yang lebih efisien dan kebutuhan perawatan yang lebih rendah.

"Dalam operasional pertambangan, kendaraan harus mampu mengikuti ritme kerja, memiliki reliability yang baik, dan memberikan efisiensi dalam jangka panjang. Pengalaman positif bersama Lokon dan VKTR semakin memperkuat keyakinan kami bahwa kendaraan listrik dapat menjadi alternatif yang kompetitif dan relevan untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan," ujar Direktur Utama, Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo.