Menurut Juned, geliat budidaya ikan sudah berlangsung sejak 1994 yang awalnya berjumlah delapan kolam, kemudian bertambah dengan konsep keramba jaring apung (KJA).

Mulai tahun 2011, kata dia, KJA di Desa Jagara kian menjamur karena dianggap berhasil dan menguntungkan.

β€œKalau saya sudah lama jadi petani KJA. Sekarang lagi mengelola empat kolam,” katanya.

Sebagian besar warga di kawasan ini, menggantungkan nasib dari aktivitas tersebut. Bahkan, masyarakat desa lainnya yang menjadi kawasan penyangga Waduk Darma melakoni hal serupa.