Citra satelit memperlihatkan perubahan tutupan permukaan, tetapi untuk menentukan penyebab dan kondisi hidrologis waduk secara keseluruhan diperlukan data pendukung seperti tinggi muka air, volume tampungan, curah hujan, serta debit air yang masuk dan keluar waduk. Pemanfaatan citra multitemporal melalui Piksel memungkinkan perubahan permukaan bumi diamati dari waktu ke waktu secara lebih mudah. Dengan membandingkan citra dari beberapa tanggal, lokasi perubahan dapat diketahui sekaligus diukur luasnya.

Teknologi ini dapat menjadi salah satu sumber informasi pendukung untuk memantau dinamika waduk dan sumber daya air, terutama selama periode kemarau. "Pengamatan Waduk Jatigede juga menunjukkan bagaimana data penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengubah perubahan yang terlihat dari atas menjadi informasi yang lebih terukur. Melalui Piksel, BIG terus membuka pemanfaatan data satelit untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemantauan sumber daya air, kebencanaan, perubahan tutupan lahan, hingga kondisi lingkungan di berbagai wilayah Indonesia," jelas Gatot.