NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri) Nyanyang Haris Pratamura melakukan pertemuan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri guna memperkuat hubungan ekonomi dan investasi, khususnya di Batam.

Wagub Kepri mengatakan pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral Indonesia dan UEA serta perkembangan kegiatan usaha IFFCO Group, perusahaan pangan asal UEA yang telah beroperasi di Batam. Pertemuan ini juga berlangsung di tengah momentum 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan UEA.

"Selain memperkuat kemitraan yang telah terjalin, komunikasi ini diharapkan dapat mendorong perluasan investasi UEA di berbagai sektor potensial di Kepri," kata Wagub, usai berkunjung ke Kediaman Dinas Duta Besar UEA, di Jakarta Selatan, Jumat.

Nyanyang menyebut Kepri memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang investasi dan perdagangan internasional.

Pihaknya terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahan pelayanan kepada investor, termasuk dari UEA, agar investasi yang masuk dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan masyarakat.

Wagub juga menjelaskan IFFCO Group telah menjalankan kegiatan usaha di Batam melalui PT Synergy Oil Nusantara, yang mengoperasikan fasilitas pemurnian minyak makan di kawasan Kabil, Nongsa.

"Keberadaan perusahaan ini jadi salah satu bukti kontribusi investasi UEA dalam mendukung aktivitas industri dan perekonomian Batam," ujarnya.

Nyanyang memaparkan berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kepri termasuk tiga wilayah di luar Jawa yang paling diminati investor asing pada semester I-2026. Pada periode yang sama, realisasi investasi di Batam mencapai Rp40 triliun, seiring pertumbuhan ekonomi sebesar 7,28 persen.

Capaian ini menjadi modal penting bagi Kepri untuk terus memperkuat daya saing daerah dan memperluas peluang kerja sama dengan investor global.

"Kami ingin investasi yang berkembang di Kepri tidak hanya meningkatkan nilai investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat industri lokal, serta mendorong keterlibatan pelaku usaha dan tenaga kerja daerah," ujarnya lagi.

Wagub Kepri turut menambahkan, sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, Batam memiliki keunggulan berupa fasilitas kepabeanan dan perpajakan khusus yang mendukung aktivitas perdagangan dan investasi.

Keunggulan itu menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi Batam sebagai tujuan investasi internasional.

"Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan penanaman modal secara terpadu, termasuk bagi investor asing yang telah maupun akan mengembangkan usahanya di Kepri," demikian Nyanyang.