Setelah dibenahi, ketiga sekolah memiliki fasilitas seperti lift, akses ramah disabilitas, sistem proteksi kebakaran, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau.
Rano mengatakan rehabilitasi tidak boleh hanya menghasilkan gedung yang lebih bagus secara fisik. Fasilitas tersebut harus benar-benar mendukung kenyamanan dan keamanan warga sekolah.
"Yang kami harapkan bukan sekadar gedung baru, tetapi manfaat langsung bagi siswa dan guru; ruang belajar harus lebih nyaman, aman, inklusif, serta mampu menambah daya tampung dan memperluas akses pendidikan," ujarnya.
Selain fasilitas fisik, Rano meminta sekolah memperkuat kesiapsiagaan bencana. Hal ini dinilai penting karena sejumlah gedung baru memiliki lima hingga enam lantai.
"Untuk keselamatan, termasuk menghadapi potensi bencana gempa bumi, sekolah harus benar-benar siap dan sering mengadakan latihan simulasi evakuasi," kata Rano.
Ia meminta Dinas Pendidikan memastikan prosedur evakuasi dilatih secara berkala agar siswa, guru, dan tenaga kependidikan memahami langkah yang harus dilakukan saat keadaan darurat.
Perubahan fasilitas juga dirasakan langsung oleh siswa. Riva Hidayat, siswa kelas 8D SMPN 91 Jakarta, mengatakan gedung baru membuat suasana belajar lebih nyaman. Menurutnya, lift dan kamar mandi menjadi beberapa fasilitas yang paling terasa perbedaannya dibanding sebelumnya.
"Gedung yang sekarang sangat bagus. Jadi saya semakin semangat untuk belajar di sekolah ini," ujar Riva.