Ia berharap fasilitas baru tersebut diikuti dengan peningkatan prestasi siswa.

"Harapan saya, karena sekolah kita sekarang sudah bagus seperti ini, murid-muridnya juga berprestasi dan sekolah ini menjadi sekolah unggulan di Jakarta," sambungnya.

Kepala SMPN 91 Jakarta Yuhanah juga menyebut fasilitas baru membantu guru menjalankan proses pembelajaran secara lebih optimal. Menurutnya, ruang yang lebih memadai membuat guru lebih leluasa merencanakan kegiatan belajar sesuai kebutuhan dan alokasi waktu.

Pemprov DKI juga menekankan pentingnya pemeliharaan setelah gedung selesai dibangun. Pramono meminta Dinas Pendidikan mengawal masa pemeliharaan dan memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik.

"Kalau sarana dan prasarana pendidikan tidak dipersiapkan dengan baik, percuma. Karena itu, kami meminta Dinas Pendidikan memastikan fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik," ujar Pramono.

Rano juga mengingatkan hal serupa. Menurutnya, membangun gedung baru relatif bisa dilakukan dalam waktu tertentu, tetapi menjaga fasilitas agar tetap berfungsi menjadi tantangan jangka panjang.

"Membangun itu relatif mudah dan bisa selesai dalam satu tahun, tetapi tantangan tersulit adalah merawat seluruh fasilitas tersebut setiap tahunnya," katanya.

Sebagai konteks, rehabilitasi yang saat ini mulai digunakan merupakan bagian dari program Tahun Anggaran 2025. Data resmi terbaru Pemprov DKI mencatat 18 dari 19 gedung yang ditargetkan sejak 2025 telah rampung, sementara satu lainnya masih dalam pengerjaan.