Perubahan ini penting karena es yang lebih gelap menyerap lebih banyak energi Matahari dibandingkan permukaan yang tertutup salju.

NASA menjelaskan kondisi tersebut berpotensi mempercepat pencairan ketika hari semakin panjang dan suhu menghangat.

Jadi, wajah tengkorak di Antarktika bukanlah penemuan fosil atau benda misterius, melainkan pola bentang alam yang terlihat menyeramkan dari orbit.