NASA menampilkan dua citra yang diambil instrumen Operational Land Imager pada satelit Landsat 9, masing-masing pada 22 Maret 2025 dan 10 Oktober 2026.
Kedua gambar memperlihatkan perbedaan kondisi permukaan pulau. Pada Maret 2025, salju masih menyelimuti sebagian besar es. Namun, dalam citra Oktober 2026, sebagian besar lapisan salju tersebut tidak terlihat sehingga permukaan es yang lebih gelap tampak jelas.
Ahli gletser Mauri Pelto dari Nichols College menjelaskan bahwa suhu musim dingin 2026 yang lebih tinggi dari rata-rata turut memengaruhi kondisi tersebut. Penumpukan salju yang terbatas, proses sublimasi, serta sapuan angin juga berperan.