"Yang utama adalah memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah penyangga untuk menangani sumber asap, memperketat pemantauan kualitas udara secara real-time," ujarnya.

Wibi juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia (lansia), yang berisiko terdampak buruk oleh penurunan kualitas udara.

Wibi menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) apabila kualitas udara di Jakarta sudah berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan. Menurutnya, keputusan tersebut harus didasarkan pada data pemantauan kualitas udara dan rekomendasi dari pihak kesehatan.

"Jika kualitas udara sudah membahayakan kesehatan, opsi PJJ maupun WFH perlu dipertimbangkan berdasarkan data dan rekomendasi kesehatan," ujarnya.