NADIKABAR.COM — Kondisi halte transportasi publik di Kota Surabaya menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah. Ia menilai sebagian besar halte tersebut belum memenuhi standar kenyamanan dan kelayakan bagi masyarakat pengguna angkutan umum.

Menurut Laila, hanya sejumlah halte yang dinilai cukup representatif, di antaranya berada di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Jalan Darmo, dan Kaliasin. Sementara di beberapa lokasi lain, fasilitas pemberhentian angkutan umum masih sekedar berupa bus stop tanpa sarana pendukung yang memadai. Bahkan, halte di seberang Kebun Binatang Surabaya (KBS) dinilai jauh dari ideal.

"Peneduh panas atau pelindung hujan nyaris sulit dinikmati di halte sebagian besar Surabaya. Ada beberapa memang cukup nyaman dan bagus," kata Laila dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).

Laila menegaskan, halte bukan sekedar tempat naik dan turun penumpang. Keberadaannya menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan dan keamanan masyarakat saat menggunakan transportasi publik. Karena itu, halte perlu dilengkapi fasilitas dasar seperti atap pelindung dari panas dan hujan serta tempat duduk bagi calon penumpang.

Selain fasilitas fisik, Laila juga meminta pemerintah kota menyediakan papan informasi di setiap halte. Informasi tersebut meliputi jadwal kedatangan bus, rute perjalanan, hingga armada yang melayani masing-masing jalur.