Data tersebut dikumpulkan melalui pemeriksaan di 13 B/BLKM, sembilan rumah sakit, dan Laboratorium Biologi Kesehatan. Kemenkes menyebut data pada beberapa minggu terakhir masih bersifat sementara sehingga masih dapat berubah.
Pada Minggu ke-36, dari total 185 spesimen yang diperiksa, terdapat 86 spesimen yang positif influenza. Dari jumlah tersebut, 76 merupakan influenza A(H1N1pdm09), delapan influenza A(H3N2), dan dua influenza B(Victoria).
Sementara itu, influenza A(H3N2) subclade K yang kerap disebut sebagai 'Super Flu' telah terdeteksi di 13 provinsi. Berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026, kasus subclade K terbanyak ditemukan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, masing-masing sebanyak 18 kasus atau sekitar 24 persen dari total kasus yang tercatat.
"Yang digunakan Istilahnya Influenza tipe A(H3N2) subclade K. Data tersebut merupakan data kumulatif dari Januari 2026," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dikutip dari NadiKabar, Selasa (22/9/2026).