"Langkah Presiden untuk turun langsung menunjukkan bahwa pemerintah melihat persoalan ini secara serius. Saya kira momentum ini harus kita dorong lebih jauh dengan membangun satu kerangka penanganan nasional yang terukur, terpadu dan berorientasi pada penyelesaian akar masalah," katanya.

Ia mengusulkan agar pemerintah membangun sistem penanganan nasional yang terintegrasi. Seluruh kekuatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kehutanan, BMKG, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan dan unsur masyarakat harus bekerja dengan target yang sama, bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan udara bersih, aktivitas ekonomi berjalan dan konektivitas pulih.

"Ukuran keberhasilan adalah masyarakat sudah bisa bernapas dengan aman, apakah penerbangan sudah normal, apakah sekolah dan aktivitas ekonomi sudah kembali berjalan. Itu ukuran keberhasilan yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Ia juga mendukung negara untuk memburu pihak yang dengan sengaja membakar hutan maupun pihak yang lalai memenuhi kewajibannya dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran.

"Kita harus membedakan tim redaksi bencana yang tidak terhindarkan dengan kebakaran yang terjadi karena kesengajaan atau kelalaian. Kalau ditemukan pelanggaran, penegakan hukum harus berjalan tegas," lanjutnya.