Menurutnya, Indonesia perlu membangun model ekonomi yang membuat menjaga hutan lebih menguntungkan daripada merusaknya. Karena itu, ia melihat ekonomi karbon dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang.
"Hutan yang tetap berdiri, menyimpan karbon dan menjaga ekosistem, juga harus memiliki nilai ekonomi," jelasnya.
"Kita harus membuat menjaga hutan menjadi aktivitas ekonomi yang menguntungkan masyarakat, pemerintah daerah dan pengelola hutan," lanjutnya.
Pemerintah dapat mengembangkan skema insentif berbasis kinerja bagi masyarakat dan pengelola kawasan yang berhasil menjaga hutan dan mencegah kebakaran. Manfaat ekonomi dari karbon dan jasa ekosistem harus dapat dirasakan sampai tingkat masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.
"Ke depan, negara harus lebih banyak berinvestasi sebelum api muncul. Masyarakat yang menjaga hutan harus mendapatkan manfaat ekonomi. Dengan begitu, hutan yang terjaga memiliki nilai yang lebih tinggi daripada hutan yang terbakar," tutupnya.