Selain dukungan pemerintah, Rerie mendorong keterlibatan dunia usaha, penerbit, perguruan tinggi, pegiat literasi, dan komunitas dalam kemitraan yang konkret.

Skema pendanaan TBM, tambahnya, dapat diperkuat melalui integrasi anggaran pemerintah pusat dan daerah, dana desa sesuai ketentuan, serta program tanggung jawab sosial perusahaan.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mendorong pemerintah mengevaluasi kebijakan fiskal yang masih membebani biaya produksi dan distribusi buku, termasuk beban pada bahan baku kertas. Ia berharap harga buku semakin terjangkau dan akses masyarakat terhadap bacaan bermutu semakin luas.

"Pembiayaan TBM tidak dapat terus bergantung pada satu sumber. Harus dibangun ekosistem gotong royong yang terukur, transparan, dan berkelanjutan," imbuhnya.

Rerie menegaskan, keberadaan TBM merupakan aset penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperluas kesempatan belajar sepanjang hayat.

"Gerakan literasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dan saling menunggu. Literasi adalah fondasi bagi lahirnya manusia yang mampu berpikir merdeka dan bangsa yang berdaulat," pungkas Rerie.