NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan sejarah perempuan Indonesia merupakan bagian utama dari sejarah nasional, bukan catatan pinggir.
Ia mendesak agar dokumentasi perjuangan perempuan tidak berhenti menjadi buku seremonial, melainkan dijadikan bahan ajar yang membentuk pemahaman generasi muda.
Hal itu disampaikan Lestari saat peluncuran buku Wanita Syarikat Islam: Peran Historis dalam Dinamika Kebangsaan Indonesia dalam rangkaian Mukernas Wanita Syarikat Islam 2026 di Jakarta, Jumat (23/10).
"Perempuan itu ikut menulis kemerdekaan. Para pendahulu kita menuliskannya melalui pendidikan, organisasi, dan perjuangan sosial," ujar Rerie dalam keterangannya.
Menurut Rerie, buku tersebut bukan sekadar rekam jejak historis. Ia menilai, dokumentasi semacam ini memberi teladan dan warisan pemikiran bagi perempuan generasi berikutnya.