Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga menyinggung beban budaya yang masih melekat pada perempuan, terutama kewajiban perawatan yang sering dilekatkan pada mereka. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perempuan harus mampu menembus batasan tersebut dan mandiri secara ekonomi.

"Perempuan yang berpengetahuan dan berdaya, ekosistem yang mendukung perempuan dan keluarga, serta partisipasi dalam demokrasi dan pembangunan adalah tiga hal yang menjadi harapan kami," ujar Anggota Komisi X DPR RI itu.

Rerie menutup dengan harapan agar gagasan dalam buku tersebut menjadi basis literasi sejarah perjalanan perempuan Indonesia—sekaligus jembatan antara warisan perjuangan pendahulu dan lahirnya generasi perempuan yang berpengetahuan, berdaya, dan berintegritas.

"Sejarah bukan hanya tentang siapa yang diperhatikan, tetapi juga tentang perjuangan apa yang kita lakukan," pungkas Rerie.