Sebelumnya, limbah medis tersebut pertama kali ditemukan warga pada Selasa (25/8/2026). Di lokasi terdapat sekitar 10 kantong plastik berisi ribuan jarum suntik, botol kecil kemasan obat, serta kasa bekas yang masih terdapat bercak darah.

Pada sejumlah kantong plastik juga ditemukan tulisan "Hadi. Dr.". Selain itu, terdapat kantong plastik dan selembar kertas yang memuat nama serta logo RSUD Eka Candrarini.

Warga sekitar pun resah karena limbah medis tersebut dibuang di saluran air yang berada dekat dengan aktivitas masyarakat.