NADIKABAR.COM — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku telah menghubungi Bupati Sidoarjo Subandi terkait temuan ribuan jarum suntik bekas di saluran air di sisi kiri exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo. Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah mendorong DLH Sidoarjo untuk melaporkan pembuangan limbah B3 tersebut ke kepolisian.

"Kemarin sudah kontak-kontak dengan Bupati Sidoarjo ya. Dengan kejadian itu, maka limbah B3 itu tidak boleh dibuang di mana pun, apakah itu di Surabaya atau di Sidoarjo," kata Eri kepada wartawan di Pakuwon City, Minggu (30/8/2026).

Dari hasil evaluasi internal, Eri telah memerintahkan Kepala DLH Surabaya M. Fikser untuk berkoordinasi secara masif dengan DLH Sidoarjo. Penanganan secara hukum dinilai sangat krusial mengingat bahaya yang ditimbulkan dari pembuangan limbah B3 secara sembarangan.

"Sehingga kami dari hasil evaluasi kami, maka kami menyampaikan masing-masing kepala dinas di tempat kami untuk menyelesaikan permasalahan ini. Karena ini limbah B3, maka selesaikan secara pidana. Karena kan tidak boleh ada limbah B3 dibuang sembarangan," jelasnya.

DLH Surabaya dan DLH Kabupaten Sidoarjo saling berkoordinasi untuk mencari pihak yang membuang limbah medis berupa jarum suntik tersebut.

"Karena ini bukan main-main dan siapa yang memang sengaja menaruh limbah itu di bawahnya tol itu," pungkasnya.

Sebelumnya, limbah medis tersebut pertama kali ditemukan warga pada Selasa (25/8/2026). Di lokasi terdapat sekitar 10 kantong plastik berisi ribuan jarum suntik, botol kecil kemasan obat, serta kasa bekas yang masih terdapat bercak darah.

Pada sejumlah kantong plastik juga ditemukan tulisan "Hadi. Dr.". Selain itu, terdapat kantong plastik dan selembar kertas yang memuat nama serta logo RSUD Eka Candrarini.

Warga sekitar pun resah karena limbah medis tersebut dibuang di saluran air yang berada dekat dengan aktivitas masyarakat.