Oleh karena itu, PLTA Batang Toru dipersiapkan sebagai antisipasi kebutuhan yang meningkat di Sumatera, khususnya Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). PLTA Batang Toru dibidik untuk menjadi pilar stabilitas dan fleksibilitas subsistem Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
Saat ini, Sumbagut mengandalkan kelistrikan dari Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
“Jadi, ini juga keandalan sistem kelistrikan Sumatera, jadi seluruh potensi bagaimana ini pembangkit-pembangkit yang ada itu bisa kita selesaikan, sehingga keandalan sistem listrik nasional justru bisa diupayakan,” ucap Yuliot.
PLTA yang dikelola oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) ini memiliki kapasitas terpasang total 510 megawatt (MW). PLTA tersebut dirancang untuk beroperasi penuh pada jam beban puncak (18.00–24.00).