Selain itu, pemerintah juga membidik agar kehadiran PLTA Batang Toru dapat menggantikan pembangkit fosil dan/atau menghentikan pembangkit sewa berbiaya tinggi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bahan Bakar Minyak (BBM) saat beban puncak.
Pada kunjungannya, Yuliot secara resmi memulai tahap penggenangan PLTA Batang Toru yang berlokasi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Proses penggenangan diperkirakan berlangsung selama dua pekan, sehingga ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.
NSHE menargetkan dapat menampung sekitar 17 juta meter kubik air. Kapasitas tersebut dirancang untuk mendukung operasi beban puncak hingga sekitar 6 jam per hari, dengan tambahan faktor keamanan sebesar 15 persen.