NADIKABAR.COM β Tapanuli Selatan, Sumatera Uta (NadiKabar) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batang Toru dipersiapkan untuk mendukung keandalan kelistrikan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
βIni (penggenangan PLTA) dalam rangka menyambut Nataru,β ucap Yuliot ketika ditemui di Bendungan Air PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat.
Yuliot menyoroti lonjakan permintaan daya yang relatif tinggi pada periode Natal dan perayaan tahun baru, sementara kelistrikan Sumatera memiliki kondisi daya mampu dan cadangan operasional yang tipis.
βCadangan operasional hanya 4 persen, idealnya kan sekitar 15β20 persen,β ucap Yuliot.
Oleh karena itu, PLTA Batang Toru dipersiapkan sebagai antisipasi kebutuhan yang meningkat di Sumatera, khususnya Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). PLTA Batang Toru dibidik untuk menjadi pilar stabilitas dan fleksibilitas subsistem Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
Saat ini, Sumbagut mengandalkan kelistrikan dari Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
βJadi, ini juga keandalan sistem kelistrikan Sumatera, jadi seluruh potensi bagaimana ini pembangkit-pembangkit yang ada itu bisa kita selesaikan, sehingga keandalan sistem listrik nasional justru bisa diupayakan,β ucap Yuliot.
PLTA yang dikelola oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) ini memiliki kapasitas terpasang total 510 megawatt (MW). PLTA tersebut dirancang untuk beroperasi penuh pada jam beban puncak (18.00β24.00).
Selain itu, pemerintah juga membidik agar kehadiran PLTA Batang Toru dapat menggantikan pembangkit fosil dan/atau menghentikan pembangkit sewa berbiaya tinggi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bahan Bakar Minyak (BBM) saat beban puncak.
Pada kunjungannya, Yuliot secara resmi memulai tahap penggenangan PLTA Batang Toru yang berlokasi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Proses penggenangan diperkirakan berlangsung selama dua pekan, sehingga ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.
NSHE menargetkan dapat menampung sekitar 17 juta meter kubik air. Kapasitas tersebut dirancang untuk mendukung operasi beban puncak hingga sekitar 6 jam per hari, dengan tambahan faktor keamanan sebesar 15 persen.