NADIKABAR.COM β Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto Sipin menegaskan penghormatan terhadap martabat dan hak asasi manusia harus menjadi fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, dengan memastikan keadilan, perlindungan, dan kesejahteraan dirasakan seluruh masyarakat.
βHAM perlu menjadi etika yang hidup di segala lingkungan,β kata Mugiyanto dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Pada Dialog Nasional Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda yang diselenggarakan Swarna Dwipa Institute di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Sabtu (31/10), Mugiyanto mengatakan penghormatan terhadap HAM tidak cukup diwujudkan melalui peraturan dan kelembagaan, tetapi harus tercermin dalam perilaku masyarakat, kebijakan, serta praktik penyelenggaraan negara.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menolak diskriminasi, mengawasi kekuasaan, memperjuangkan keadilan, dan mendorong pertanggungjawaban negara.
Menurut dia, Indonesia perlu berkontribusi dalam perkembangan pemikiran HAM dunia. Namun, kepercayaan internasional harus dibangun melalui gagasan yang kuat dan praktik penghormatan HAM yang dapat dipertanggungjawabkan.
βKiblat HAM dunia bukan gelar yang kita berikan kepada diri sendiri. Ia merupakan kepercayaan yang diperoleh ketika pemikiran kita layak dirujuk dan praktik kita dapat dipercaya,β ujar dia.