Dalam dialog tersebut, akademisi Frans Magnis-Suseno turut menyoroti pentingnya keadilan sosial dan pemberantasan korupsi sebagai syarat mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Ia mengingatkan pembangunan akan kehilangan makna apabila kesejahteraan belum dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, pengamat Swarna Dwipa Institute Febby Lintang mengingatkan keberhasilan Indonesia Emas tidak semestinya hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita, dan penguasaan teknologi.

β€œIndonesia Emas itu jangan hanya didefinisikan melalui indikator makro, tapi harus indikatornya mikro juga,” ujar dia.

Ia menilai kualitas pembangunan juga perlu diukur dari perlakuan terhadap kelompok rentan, termasuk perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas, serta pemerataan akses pendidikan, fasilitas publik, dan kesempatan kerja.