βTolok ukur martabat suatu bangsa yang maju justru terlihat dari bagaimana bangsa tersebut memperlakukan kelompoknya yang paling rentan,β kata Febby.
Dari dialog tersebut, Swarna Dwipa Institute menekankan enam agenda untuk memperkuat pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, yakni penguatan persatuan dan toleransi, penghormatan HAM, pemerataan keadilan sosial, pemberantasan korupsi, pembangunan inklusif dan berkelanjutan, serta peningkatan peran generasi muda.
Pendiri Swarna Dwipa Institute Frans Immanuel Saragih mengatakan lembaganya berupaya menjadi ruang pertemuan aktivis dari berbagai elemen untuk bertukar gagasan mengenai masa depan bangsa.
Dialog yang mengangkat tema βMenuju 1 Abad Sumpah Pemuda β Pemikiran, Semangat dan Implementasi Menuju Indonesia Emasβ tersebut juga menghadirkan Warsito Ellwein dari Agenda 45, Ulung Rusman dari Perhimpunan INTI, serta anggota Komisi III DPR RI Slamet Ariyadi.
Para pembicara menekankan bahwa persatuan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, kolaborasi, dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, cita-cita Indonesia Emas tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga menjamin kehidupan yang adil, sejahtera, inklusif, dan bermartabat.