Selain itu, komunitas Ata Modo di Taman Nasional Komodo mempertahankan hubungan kekerabatan dan adat dengan lingkungan sekitarnya, antara lain melalui praktik ekowisata berbasis masyarakat.

"Ekowisata akar rumput yang mereka jalankan menawarkan model konservasi yang digerakkan oleh masyarakat lokal, berbeda dengan pengembangan pariwisata yang dipimpin oleh negara," ujarnya.

Mugiyanto mengatakan praktik serupa juga terdapat di berbagai wilayah Indonesia sehingga pengalaman masyarakat adat perlu menjadi bagian dari pengembangan tata kelola konservasi yang berkelanjutan.

"Oleh karena itu, saya ingin menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen penuh untuk memajukan tata kelola yang inklusif bagi konservasi berkelanjutan melalui kemitraan dengan masyarakat adat di Indonesia," katanya.